Perkembangan sepak bola di desa Sukapura kini mengalami peningkatan, hal ini terbukti dengan 5 kali di selenggarakan nya kompetisi sepak bola rutin sejak 2008. Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat lah tinggi sehingga membuat para sesepuh sepak bola sukapura berinisiatif membuat sebuah wadah pembinaan dari usia dini.
SSB yang telah di bentuk sejak 2010 dengan nama Galaxy berjalan maju mundur hingga kini berganti menjadi SSB BINA TARUNA SUKAPURA BANDUNG.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Maret 2014
SSB Bina Taruna Sukapura Bandung
Selasa, 21 Januari 2014
PERSIB Harus Menang Melawan PERSIK Kediri
PERSIB Bandung wajib menang besar atas Persik Kediri di laga terakhir Grup B Babak Delapan Besar Inter Island Cup (IIC) 2014. Demi menjaga asa lolos ke final.
Penentuan lolosnya PERSIB memang akan ditentukan laga lain. Yakni Persiram Raja Ampat melawan Mitra Kukar yang bertanding terlebih dahulu, sore hari di Stadion Manahan Solo. Jika Mitra Kukar menang, peluang PERSIB dipastikan tertutup.
Peluang PERSIB akan terbuka jika Persiram menang atau mampu menahan imbang Mitra Kukar. Agregat gol menjadi jalan akhir jika Persiram menang dan PERSIB mampu mengalahkan Persik. Persib harus menang lebih besar.
Jika tim Dewa laut dan Naga Mekes hanya imbang, maka PERSIB harus menang di atas lima gol untuk mengungguli agregat Mitra Kukar.
Pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman, tak mau sombong dengan pasang target kemenangan telak. Ia tetap menghormati Persik sebagai lawan. "Tidak enak sama Persiknya kalau kita bilang begitu. Yang penting kami tampil bagus, maksimal, terus mendominasi pertandingan seperti sebelumnya, dan yang penting meraih kemenangan," ujarnya.
Sementara pelatih PERSIK, Aris Budi Sulistyo juga lebih senang kalau timnya di-underdog-kan. Berstatus tim promosi di Indonesia Super League (ISL) musim ini, ia merendah. "Persib tim besar, kami kalah kualitas. Tapi kami tak boleh menyerah dan akan tetap memberi perlawanan. Rotasi jadi opsi kami," timpal Aris.
Dari kekuatan tim, PERSIB harus kehilangan kapten Firman Utina dan bek Abdul Rahman. Namun, Ferdinand Sinaga, Ahmad Jufriyanto dan Vladimir Vujovic sudah terlepas dari hukuman kartu. Di kubu Macan Putih, mereka akan kehilangan gelandang asingnya, Claudio Luis Jandre.
Meski mengaku akan melakukan rotasi, Persik besar kemungkinan akan tetap mengandalkan Rendi Irwan. Sebab, Rendi juga pernah turun melawan Maung Bandung saat membela Persebaya di Piala Gubernur Jawa Timur 2013 lalu. Rendi akan beradu kreasi serangan dengan Konate Makan.
Perkiraan Susunan Pemain:
PERSIB (4-2-3-1): Shahar Ginanjar (PG); Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Atep; Makan Konate, M Ridwan, Ferdinand Sinaga; Fortune Udo
PERSIB (4-2-3-1): Shahar Ginanjar (PG); Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Atep; Makan Konate, M Ridwan, Ferdinand Sinaga; Fortune Udo
Persik (4-4-2): Tedi Heri S (PG); Khusnul Yuli, Michael Nbuisi, Slamet Sampurno, Zahrul Huda; Tamsil S, Jefri Dwi Hadi, Qiskil Gandrum, Rendi Irwan; Alberto Ramonsosa, Dicky Firasat
sumber. persib.co.id
Minggu, 19 Januari 2014
Clarence Seedorf, mempersembahkan kemenangan bagi AC Milan
MILAN, KOMPAS.com - Pelatih anyar AC Milan, Clarence Seedorf, mempersembahkan kemenangan perdananya kepada para pendukung yang tetap setia mendukung tim.
Seedorf menjalani debut manis sebagai pelatih saat membawa I Rossoneri menang 1-0 atas Hellas Verona di Stadion San Siro, Milan, Minggu (19/1/2014). Gol semata wayang Milan dicetak oleh Mario Balotelli dari titik putih pada menit ke-82.
"Kemenangan ini kami dedikasikan kepada seluruh pendukung Milan. Saya senang untuk para pemain. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan sebuah kemenangan bakal membuat segalanya mudah," jelas Seedorf kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan.
"Seluruh pemain membuat lingkaran secara bersama-sama di ruang ganti. Saya katakan kepada para pemain hal tersebut akan dilakukan dalam tiap pertandingan, baik menang ataupun kalah. Jadi, seluruh pemain bisa melihat satu sama lain. Kami juga bertanggung jawab untuk setiap hasil pertandingan," lanjutnya.
Mengenai penampilan melawan Verona, Seedorf merasa anak-anak asuhannya pantas meraih kemenangan. Seedorf pun senang karena strategi yang diinstruksikannya mampu dijalankan Kaka dkk dengan baik.
"Babak pertama berjalan sangat bagus. Saya senang kami melakukan tekanan dengan cepat saat kehilangan bola dan lini pertahanan bermain lebih menekan. Kami tak punya banyak waktu berlatih, tetapi para pemain sangat bagus dalam bermain dan memaksa lawan tampil bertahan," ungkap Seedorf.
sumber : Kompas.com
"Kemenangan kami datang pada akhir pertandingan dari sebuah eksekusi penalti. Tetapi, saya tetap yakin kami layak menang karena kinerja yang dilakukan sepanjang pertandingan," pungkasnya.
Jelang Laga CHELSEA VS MU
Hingga putaran dua musim 2013-14, The Red Devils belum menemukan performa terbaik. Sang juara bertahan Premier League kini menempati peringkat tujuh klasemen mengemas 37 poin. Tim besutan David Moyes itu tertinggal 9 poin dari The Blues dengan 46 poin.
Mantan pelatih Real Madrid itu menilai, MU tim besar. Besarnya jarak poin dengan Chelsea tidak memberikan pengaruh besar dalam pertandingan di Stamford Bridge, Minggu 19 Januari 2014. Mourinho percaya, Setan Merah akan berjuang keras untuk mencuri poin di partai tandang.
"Jarak poin kami dengan mereka memang cukup besar. Tapi saya yakin, mereka tidak pernah berhenti berjuang. Apakah MU raksasa yang sedang tidur? Raksasa tidak pernah tidur. Kami harus tetap berhati-hati," ujar Mourinho dikutip dari Super Sport.
Manajer asal Portugal itu tidak memberikan jaminan, tim asuhannya bisa dengan mudah mengambil poin dari tangan MU meski bertanding di Stamford Bridge. Mourinho menyatakan, MU mampu menjegal Chelsea karena sedang berjuang memperbaiki posisi di klasemen Premier League.
"Tim yang kami hadapi berstatus sebagai juara bertahan. MU bukan tim yang tengah tertinggal jauh dari pimpinan klasemen (Arsenal). Saya telah menjalani banyak pertandingan besar. Tim yang berada dalam kesulitan justru menciptakan bahaya besar," papar Mourinho.
sumber. liputan6.com
Mantan pelatih Real Madrid itu menilai, MU tim besar. Besarnya jarak poin dengan Chelsea tidak memberikan pengaruh besar dalam pertandingan di Stamford Bridge, Minggu 19 Januari 2014. Mourinho percaya, Setan Merah akan berjuang keras untuk mencuri poin di partai tandang.
"Jarak poin kami dengan mereka memang cukup besar. Tapi saya yakin, mereka tidak pernah berhenti berjuang. Apakah MU raksasa yang sedang tidur? Raksasa tidak pernah tidur. Kami harus tetap berhati-hati," ujar Mourinho dikutip dari Super Sport.
Manajer asal Portugal itu tidak memberikan jaminan, tim asuhannya bisa dengan mudah mengambil poin dari tangan MU meski bertanding di Stamford Bridge. Mourinho menyatakan, MU mampu menjegal Chelsea karena sedang berjuang memperbaiki posisi di klasemen Premier League.
"Tim yang kami hadapi berstatus sebagai juara bertahan. MU bukan tim yang tengah tertinggal jauh dari pimpinan klasemen (Arsenal). Saya telah menjalani banyak pertandingan besar. Tim yang berada dalam kesulitan justru menciptakan bahaya besar," papar Mourinho.
sumber. liputan6.com
PERSIB di tahan imbang PERSIRAM 0-0
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung mempertontonkan serangan. Permainan bola pendek kerap dilakukan kedua tim sepanjang jalannya laga.
Beberapa usaha Maung Bandung, harus gagal ketika memasuki jantung pertahanan lawan. Atep yang behadapan dengan kiper tim lawan, telah berada dalam posisi offside di menit ke-5.
Beberapa tendangan keras pemain Persiram mampu dilayangkan ke arah gawang Shahar Ginanjar. Banggo berhasil memanfaatkan bola liar dengan tembakan bebas. Namun masih melebar.Menit ke-38, Atep kembali melakukan tembakan spekulasi jarak jauh. Sayang tembakannya belum menemui sasaran. Kini giliran Persiram mengancam pertahanan Maung Bandung di menit ke-41. Beruntung, tepisan Shahar mengarah ke pemain lawan yang berujung offside.
meskipun pergantian pemain telah di lakukan oleh coach janur tetap saja skor 0-0 sampai peluit panjang di bunyikan. sumber inilahkoran.com
Beberapa usaha Maung Bandung, harus gagal ketika memasuki jantung pertahanan lawan. Atep yang behadapan dengan kiper tim lawan, telah berada dalam posisi offside di menit ke-5.
Beberapa tendangan keras pemain Persiram mampu dilayangkan ke arah gawang Shahar Ginanjar. Banggo berhasil memanfaatkan bola liar dengan tembakan bebas. Namun masih melebar.Menit ke-38, Atep kembali melakukan tembakan spekulasi jarak jauh. Sayang tembakannya belum menemui sasaran. Kini giliran Persiram mengancam pertahanan Maung Bandung di menit ke-41. Beruntung, tepisan Shahar mengarah ke pemain lawan yang berujung offside.
meskipun pergantian pemain telah di lakukan oleh coach janur tetap saja skor 0-0 sampai peluit panjang di bunyikan. sumber inilahkoran.com
Sabtu, 18 Januari 2014
privat sepak bola pamor
PRIVAT SEPAK BOLA
PENDAHULUAN
Olahraga sepak bola olahraga popular sekarang ini olahraga ini tidak hanya digemari olah para pemuda dan orang dewasa saja namun sekarang anak-anak juga sudah bergelut dalam olahraga sepak bola tersebut. Olahraga tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi dan penuh dengan tantangan sehingga pada saat memanjat orang tersebut harus memiliki fisik yang kuat, pematangan teknik untuk dapat menempatkan posisi tubuh lebih tepat agar tidak jatuh, kemampuan strategi agar tidak salah mengambil poin yang mengakibatkan kesulitan memanjat lebih tinggi dan berfikir untuk mengambil keputusan cepat guna lebih memperkecil waktu tempuh.
Dengan diadakannya pembelajaran/privat sepak bola bagi anak-anak maka memiliki peranan penting dalam memberikan kesempatan pengalaman belajar gerak dan keterampilan motorik. Walaupun pada kenyataannya potensi dari setiap anak berbeda-beda, tidak semua anak akan cepat memahami dan bias melakukan gerak sepak bola. Dengan demikian kami tertarik untuk mengadakan privat sepak bola, agar bisa memberikan kontribusi lebih pada bidang pendidikan khususnya kesehatan olahraga dan regenerasi anak bangsa yang tumbuh sehat, kuat, cerdas dan berbudipekerti luhur.
Lembaga privat ini muncul dari bidang yang berada dalam organisasi PAMOR yaitu bidang dana usaha PAMOR, dikarenakan PAMOR adalah mahasiswa olahraga maka banyak para pelaku yang sudah berpengalaman dalam dunia olahraga terutama juga sepak bola maka diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pelatihan yang optimal dan semaksimal mungkin dalam privat sepak bola ini.
METODE
Metode dalam pembelajaran ini merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Proses belajar (anak mengalami sendiri), mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Tipe pembelajaran yang mengutamakan domain.
1. Psikomotor, pembelajaran dengan mengutamakan domain afeksi dan pembelajaran yang mengutamakan domain kognitif. Untuk pembelajaran yang mengutamakan domain psikomotor dapat dilakukan melalui metode pusat pembelajaran, latihan (drill) main bergilir (lead-up game), permainan yang dimodifikasi dan bermain peran. Model pembelajaran yang mengutamakan domain.
2. Afektif dapat dikembangkan melalui refleksi terhadap tugas-tugas pembelajaran dan klarifikasi nilai (value clarification task). Sedangkan pembelajaran yang mengutamakan aspek-aspek
3. Kognitif dapat dilakukan dengan cara mengembangkan berpikir kritis dan cek pemahaman.
Hakekat pembelajarannya meliputi :
Komunitas Belajar, kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat terwujud dalam pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke dalam kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya dan bekerja dengan masyarakat.
Pemodelan, konsep kegiatan ini mendemonstrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajar atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model yang dapat diambil, siswa berprestasi dapat melalui media cetak dan elektronik.
Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, cacatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusikan hasil karyanya.
Penilaian Otentik, prosedur penilaian yang menunjukan kemampuan (pengetahuan, keterampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan nilai
otentik pada pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhir periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih kepada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa.
WAKTU DAN TEMPAT
Dikarenakan sasaran pembelajarannya adalah anak-anak dibawah usia 16 tahun yang notabene sibuk dengan pembelajaran mereka disekolah maka privat ini dilakukan pada 2 kali pertemuan di hari libur (sabtu dan minggu).
Sarana dan tempat berada di lapang Driving range depan posko PAMOR (Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga). Sekretariat : Jl. Setiabudhi No.229 Komplek driving-range, Sport hall UPI. Bandung
Koprasi PAMOR (Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga)
Sekretariat : Jl. Setiabudhi No.229 Bandung 40154
Tlp. 085220667443 E-mail : pamor_fpok@yahoo.com
PENDAHULUAN
Olahraga sepak bola olahraga popular sekarang ini olahraga ini tidak hanya digemari olah para pemuda dan orang dewasa saja namun sekarang anak-anak juga sudah bergelut dalam olahraga sepak bola tersebut. Olahraga tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi dan penuh dengan tantangan sehingga pada saat memanjat orang tersebut harus memiliki fisik yang kuat, pematangan teknik untuk dapat menempatkan posisi tubuh lebih tepat agar tidak jatuh, kemampuan strategi agar tidak salah mengambil poin yang mengakibatkan kesulitan memanjat lebih tinggi dan berfikir untuk mengambil keputusan cepat guna lebih memperkecil waktu tempuh.
Dengan diadakannya pembelajaran/privat sepak bola bagi anak-anak maka memiliki peranan penting dalam memberikan kesempatan pengalaman belajar gerak dan keterampilan motorik. Walaupun pada kenyataannya potensi dari setiap anak berbeda-beda, tidak semua anak akan cepat memahami dan bias melakukan gerak sepak bola. Dengan demikian kami tertarik untuk mengadakan privat sepak bola, agar bisa memberikan kontribusi lebih pada bidang pendidikan khususnya kesehatan olahraga dan regenerasi anak bangsa yang tumbuh sehat, kuat, cerdas dan berbudipekerti luhur.
Lembaga privat ini muncul dari bidang yang berada dalam organisasi PAMOR yaitu bidang dana usaha PAMOR, dikarenakan PAMOR adalah mahasiswa olahraga maka banyak para pelaku yang sudah berpengalaman dalam dunia olahraga terutama juga sepak bola maka diharapkan dapat memberikan pembelajaran dan pelatihan yang optimal dan semaksimal mungkin dalam privat sepak bola ini.
METODE
Metode dalam pembelajaran ini merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Proses belajar (anak mengalami sendiri), mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Tipe pembelajaran yang mengutamakan domain.
1. Psikomotor, pembelajaran dengan mengutamakan domain afeksi dan pembelajaran yang mengutamakan domain kognitif. Untuk pembelajaran yang mengutamakan domain psikomotor dapat dilakukan melalui metode pusat pembelajaran, latihan (drill) main bergilir (lead-up game), permainan yang dimodifikasi dan bermain peran. Model pembelajaran yang mengutamakan domain.
2. Afektif dapat dikembangkan melalui refleksi terhadap tugas-tugas pembelajaran dan klarifikasi nilai (value clarification task). Sedangkan pembelajaran yang mengutamakan aspek-aspek
3. Kognitif dapat dilakukan dengan cara mengembangkan berpikir kritis dan cek pemahaman.
Hakekat pembelajarannya meliputi :
Komunitas Belajar, kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat terwujud dalam pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke dalam kelas, bekerja dengan kelas sederajat, bekerja dengan kelas di atasnya dan bekerja dengan masyarakat.
Pemodelan, konsep kegiatan ini mendemonstrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajar atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Guru memberi model how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model yang dapat diambil, siswa berprestasi dapat melalui media cetak dan elektronik.
Refleksi, yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Adapun realisasinya adalah pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu, cacatan dan jurnal di buku siswa, kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu, diskusikan hasil karyanya.
Penilaian Otentik, prosedur penilaian yang menunjukan kemampuan (pengetahuan, keterampilan sikap) siswa secara nyata. Penekanan nilai
otentik pada pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhir periode, kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih kepada prosesnya dengan berbagai cara, menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa.
WAKTU DAN TEMPAT
Dikarenakan sasaran pembelajarannya adalah anak-anak dibawah usia 16 tahun yang notabene sibuk dengan pembelajaran mereka disekolah maka privat ini dilakukan pada 2 kali pertemuan di hari libur (sabtu dan minggu).
Sarana dan tempat berada di lapang Driving range depan posko PAMOR (Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga). Sekretariat : Jl. Setiabudhi No.229 Komplek driving-range, Sport hall UPI. Bandung
Koprasi PAMOR (Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga)
Sekretariat : Jl. Setiabudhi No.229 Bandung 40154
Tlp. 085220667443 E-mail : pamor_fpok@yahoo.com
Sabtu, 11 Januari 2014
persiapan PERSIB Bandung jelang Inter Island Cup
Dua hari jelang laga menghadapi Persita Tangerang pada babak penyisihan grup turnamen Inter Island Cup (IIC) 2014, skuat Maung Bandung terlebih dulu menjajal rumput Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/1).
Selain untuk mencoba rumput stadion, yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan hari Senin (13/1) mendatang, latihan kali ini juga dimanfaatkan pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman sebagai persiapan terahir bagi anak asuhnya sebelum bertarung dengan Persita.
"Ini persiapan terakhir jelang lawan Persita karena besok kita hanya latihan ringan saja," ujar Djadjang usai memimpin latihan.
Pada persiapan terkahir tersebut, skuat PERSIB dibagi menjadi dua tim. Firman Utina dan kawan-kawan pun menggelar game internal. Mereka diinstruksikan Djadjang untuk terus mengasah kekompakan tim dan juga menerapkan skema permainan yang akan dimainkan pada laga nanti.
sumber : persib.co.id
Selain untuk mencoba rumput stadion, yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan hari Senin (13/1) mendatang, latihan kali ini juga dimanfaatkan pelatih PERSIB, Djadjang Nurdjaman sebagai persiapan terahir bagi anak asuhnya sebelum bertarung dengan Persita.
"Ini persiapan terakhir jelang lawan Persita karena besok kita hanya latihan ringan saja," ujar Djadjang usai memimpin latihan.
Pada persiapan terkahir tersebut, skuat PERSIB dibagi menjadi dua tim. Firman Utina dan kawan-kawan pun menggelar game internal. Mereka diinstruksikan Djadjang untuk terus mengasah kekompakan tim dan juga menerapkan skema permainan yang akan dimainkan pada laga nanti.
sumber : persib.co.id
Kamis, 09 Januari 2014
PPSDS GALAXY SUKAPURA
PENDAHULUAN
Olahraga merupakan kegiatan yang tidak bisa lepas dari
masyarakat dunia, termasuk di Negara Indonesia. Olahraga menjadi citra jati
diri bangsa sebagai bukti perjuangan dan kebersamaan, terutama olahraga sepak
bola yang hingga saat ini merupakan olahraga yang paling digemari di seluruh
dunia termasuk Indonesia. Persepak bolaan di Indonesia telah mengalami
peningkatan signifikan dari berbagai segi, dari tingkat nasional hingga pelosok
daerah.
Desa
Sukapura merupakan desa yang berada di kecamatan kertasari kabupaten Bandung
memiliki potensi serta bakat alamiah dalam berolahraga terutama sepak bola,
bakat serta potensi tersebut merupakan asset berharga yang harus dikembangkan,
melalui pembinaan tepat agar bisa menjadi pemain yang bisa mengangkat jati diri
bangsa Indonesia. Pembinaan sepak bola
di desa Sukapura telah di lakukan dari sejak dulu, pembinaan bakat
dilakukan dari tingkatan terendah yaitu tim
RW, di desa Sukapura sendiri terdapat 18 tim pembinaan tersebut harus tetap
dilakukan, karena hal tersebut ternyata hanya bisa sekedar mengembangkan hobby
saja tanpa bisa mengembangkan kearah prestasi. Demi menunjang pengembangan
sepak bola Desa Sukapura serta prestasi
persepakbolaan Indonesia, maka dengan ini kami kami berinisiatif
menghimpun persepakbolaan desa Sukapura dalam sebuah naungan yang bernama
Perhimpunanan Pesatuan Sepak bola dan GALAXY SOCCER ACADEMI.
LANDASAN ORGANISASI
1.
UU no.3 tahun 2005 tentang system keolahragaan
Nasional
2.
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 16, 17 & 18 tentang Penyelenggaraan
Keolahragaan.
3.
Peraturan FIFA
4.
Kurikulum Sepak bola Indonesia 2012
5.
Ketetapan Kepala Desa Sukapura tentang
keolahragaan Desa.
6.
Keputusan Musyawarah persatuan sepak bola desa
Sukapura
7.
Program kerja Perhimpunan Persatuan sepak bola
dan GALAXY SOCCER ACADEMI
VISI
Menjadi organisasi sepak bola yang Mandiri dan professional serta
menghasilkan pemain unggulan yang mampu berkiprah di tingkat Nasional maupun
Internasional.
MISI.
1.
Membina pemain sepak bola dari usia dini secara
berkala dan sistematis.
2.
Tergabung dalam divisi pengcab PSSI kab.
Bandung sebagai wadah persepakbolaan
desa
3.
Mengadakan kejuaraan tingkat desa sebagai ajang
pencarian bakat.
4.
Menjalin hubungan harmonis dengan berbagai pihak
untuk menunjang keberlansungan organisasi.
5.
Menghimpun persatuan sepak bola yang ada di desa
Sukapura sebagai wahana pembinaan paling kecil.
6.
Mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan di
berbagai even baik tingkat kecamatan, kabupaten,propinsi, hingga Nasional.
7.
Membuat sarana olahraga sepak bola yang memenuhi
standar kualifikasi FIFA
TUJUAN
1.
Mewadahi minat dan bakat sepak bola masyarakat
dalam naungan organisasi tingkat desa.
2.
Mengangkat citra persepakbolaan desa Sukapura
untuk mencapai visi olahraga Nasional.
3.
Menstimulasi masyarakat untuk berolahraga
sehingga tercapai masyarakat yang sehat secara jasmani, rohani serta social.
4.
Menjadikan media bersilahturahmi masyarakat desa
Sukapura yang memiliki kegemaran bersepak bola.
TARGET PENCAPAIAN
1.
Terciptanya organisasi yang solid, kompak, serta
mempunyai loyalitas tinggi.
2.
Terciptanya organisai mandiri, professional
serta mempunyai legalitas dan badan hukum.
3.
Terciptanya masyarakat yang gemar berolahraga
sehingga tercapai masyarakat sejahtera secara jasmani, rohani dan social.
4.
Terciptanya sumber daya manusia yang mampu
bersaing dalam persepakbolaan Indonesia.
5.
Adanya pemain binaan organisasi yang mengikuti
kejuaraan di tingkat Nasinal maupun Internasional.
IDENTITAS ORGANISASI
Nama :Perhimpunan
persatuan sepak bola dan SSB GALAXY DESA SUKAPURA
Alamat/Sekretariat :
kantor desa Sukapura jl. Raya Pacet-Ciberem km.16,5
Tanggal dan tempat berdiri :
Sukapura, 10-10-2010
Bendera :
kuning, merah, hitam
Kostim utama :
kuning, merah, hitam
Tim yang di bina :
SSB
Tim-Usia 6-10
Tim-Usia 11-13
Tim-Usia 14-16
Senior (Tim Desa)
Tim-Usia 17-18
Tim-Usia 19-21
Tempat latihan :
Lapang Saluyu dan Lapang Argasari desa Sukapura
Jadwal latihan :
Rabu dan Minggu
MATERI SEPAK BOLA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Masalah
Permainan sepak bola yang telah menawan
banyak orang selama berabad-abad, masih tetap memperoleh popularits di seluruh
dunia. Menariknya sepakbola mempunyai banyak sumber yang berbeda-beda, yang
menyebabkan sepakbola begitu mempesona bagi pemain dan penonton.
Sepakbola ialah olahraga
beregu, yang dilandasi atas teknik, pengolahan bola dan pengertian setiap
pemain terhadap permainan. Faktor-faktor itu semua mempunyai peranan yang
sangat penting.
Prinsip dalam sepakbola
sederhana sekali yaitu membuat gold an mencegah jangan sampai lawan berbuat
yang sama terhadap gawang sendiri, yang memasukan gol terbanyak memenangkan
pertandingan.
Kalau prinsip ini kita
telusuri lebih jauh, maka kita dapat mengatakan sebagai berikut:
1. Untuk
dapat gol kita harus dapat menguasai bola.
2. Untuk
mencegah gol oleh lawan, kita harus berusaha mengubah keadaan
sehingga dan
penjaga bola, kita menjadi penguasa bola. Dalam permainan sepakbola berkerja
sama antar pemain harus dikembangkan, sehingga suatu gerakan pola permainan
tertentu mereka lakukan secara otomatis, kondisi fisisk, kecepatan, serta
teknik dasar merupakan faktor yang sangat penting. Untuk dapat menguasai dan
lebih sukses dengan permainan sepakbola, pemain perlu didukung dengan oleh
kemampuan fisik yang prima. Berdasarkan observasi, pengalaman dan pengamatan
sepak bola masa kini, komponen-komponen yang dibutuhkan dalam permainan
sepakbolab sangat menunjang kemajuannya.
3.
Modifikasi permainan
Modofikasi permainan
mencakup pengembanganan, pengurangan dan penguasaan dan penguasaan prilaku
tertentu,. Ini biasanya bermanfaat dalam menyatakna elemen-elemen khusus dalam
permainan yang berlebih-lebih dalam lingkungan yang menyenangkan, aman dan agak
menantang.
Hal ini
kurang menegangkan para pemain muda dan kurang pengalaman sebagai perangkat
dasar yang dilihat oleh siswa sebagai suatu yang dapat di capai oleh siswa.
Dengan perubahan-perubahan tertentu pada peraturan yang lebih aman dan pada
situasi-situasi yang tidak dibuat-buat akan dapat dijamin dalam
permainan-permainan tersebut yang biasanya meliputi kontak fisik dan
menggunakan prilaku yang dapat di awasi. Modifikasi peramainan dapat dipakai
sebagai bahan untuk menagtur keterampilan dan taktik agar lebih bermakna yang
sebenarnya. Hal ini akan membantu dalam pengembangan pengertian tentang
hubungan antara peningkatan teknik.
4.
Tujuan
1.
Kepada pemain pemula diberikan kesempatan untuk
merasakn situasi permainan yang sebenarnya tanpa menerapkan semua aturan-aturan
yang resmi.
2.
Memberikan suasana bermain atau lingkungan
bermain yang baik.
3.
Lebih banyak meningkatkan ketertiban bermain
dalam bermain, dari pada banyak pemain tetapi tidak banyak meningkatkan
keterlibatan dalam bermain.
4.
Merubayh aturan untuk mengembangkan prilaku yang
tertentu, baik teknik maupun taktik.
5.
Merubah aturan untuk memungkinkan semua pemain
dapat bermain pada semua posisi atau pada peranan.
BAB
II
MODIFIKASI
PERMAINAN SEPAKBOLA
Sekarang ini “permainan mini” telah
memainkan peranan penting di sekolah dasar, terutama dengan siswa-siswa.
Permainan-permainan ini biasanya dirancang secar khusus bagi siswa-siswa,
dimodifikasi dari permainan ornang dewasa, atau dikembangkan oleh guru. Akna
tetapi melengkapi peserta didik dengan kesempatan untuk berpatisiapai dalam
mengembangkan permainan adan aturan-aturan mereka yang berkaitan, adalah dasar
yang penting. Siswa-siswa memperoleh kegembiraan dan kempuasan melalui
pengalaman yang berhasil dan akan di modifikasi serta menetukan pemain mereka
yang cocok dengan kemampuan dan minat para pemain yang berpartisipai.
Inti dari permainan adalah kesenagan dan
kegembiraan yang mendorong kesinambungan dalam bermain, membangkitkan praktek
dan ulangan yang mengarah kepada keterampilan. Oleh sebab itu di sini penulis
memberikan beberapa alternatip bentu-bentuk permainan yang telah dimodifikasi
yang antara lain:
1.
Permainan dengan teknik dasar mengumpan (passing)
dan menahan bola (controlling).
2.
Permainan dengan teknik dasar menyundul bola
(heading).
3.
Permaina dengan teknik mendasar menggiring bola
(dribbling).
4.
Permainan dengan teknik dasar menembak bola
(shooting).
Untuk lebih jelasnya, alternatip bentuk-bentuk permainan yang
telah dimodifikasi di atas akan di jelaskan di bawah ini.
1.
Permainan dengan teknik dasar menendang dan
menahan bola (passing)
1.
Tujuan latihan:
1.
Agar siswa dapat memahami maksud dari gerakan
yang dilakukan meliputi cara menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan dapat
menahan bola dengan baik.
2.
Mendapat posisi atau sikap badan yang tepatr
terhadap bola yang datang.
3.
Dapat mengambil keputusan terhadap menendang
bola.
4.
Siswa dapat melakukan tendangan dengan kaki
bagian dalam yang benar.
2.
Alat :
1.
Lapangan yang disesuaikan dengan keadaan.
2. Bola
kaki.
3. Gawang
dan tiang pembatas.
3. Cara bermain
1. Peserta
didik dibagi dalam dua kelompok atau regu yang sama jumlahnya
2.
Bola tidak boleh dipegang oleh kedua tangan
kecuali oleh penjaga gawang
3.
Bola harus di tending dengan kaki bagian dalam
dan tidak boleh digiring bolanya
4.
Pesrta didik yang menendang bola tidak boleh
bergerak, yang boleh bergerak yang tidak menendang bola.
5.
Bola di tending kea rah gawang lawan, dan
berusaha memasukan ke gawang lawan, yang dijaga seorang penjaga gawang.
6.
Pemenang di tentukan, apabila kelompok atau regu
yang banyak memasukan ke gawang lawan itulah pemenangnya.
1.
Gambar Lapangan

Gbr.
Permainan Teknik Dasar mengumpan dan menahan bola

Gbr.
Teknik dasar operan jarak pendek

Gbr.
Teknik dasar menerima bola (controlling)
2.
Permainan dengan teknik dasar menyundul bola
(heading)
1.
Tujuan permainan:
1. Peserta
didik dapat menyundul bola dengan benar.
2. Mendapat
pengalaman dan pemahaman akan peranan menyubdul bola.
3. Mendapat
posisi atau sikap badan yang benar terhadap bola yang datang.
1.
Alat:
1.
Lapangan bulutangkis
2.
Bola kaki
3.
Net untuk pembatas lapangan
2.
Cara bermain:
1. Peserta
didik dibagi menjadi dua kelompok atau regu
2. Bola
harus disundul dengan kepala
3. Bola
berusaha di sundul ke lapang lawan dengan melewati net pembatas
4. Bila
bola jatuh ke tanah atau lantai dianggap mati
5.
Maksimal boleh memainkan bola sebanyak tiga kali
dalam satu kelompok, dan yang ketiga harus diseberangkan ke lapang lawan
6.
Pemenangnya adalah bila kelompok atau regu
mencapai nilai tertingggi yang terlebih dahulu.
1.
Gambar Lapangan

Gbr. Permainan teknik menyundul bola melewati net

Gbr. Teknik dasar Menyundul (heading) bola atas dan bola bawah
2.
Permainan dengan teknik dasar menggiring bola
1. tujuan
permainan
1.
Peserta didik dapat mengambil keputrusan
terhadap menggiring bola dan memberiokan kepada temannya.
2.
Peserta didik dapat melakukan menggiring bola
dengan baik
3.
Mendapat pengalaman dan pemahaman akan peranan
mengiring bola.
4.
Mendapat posisi atau sikap badan yang benar
terhadap menggiring bola
2. Alat
1.
Lapanagn disesuaikan dengan keadeaan
2.
Bola kaki
3.
Gawang dan tiang untuk pembatas lapangan
3. cara
bermain :
1.
Peserta didik dibagi dalam dua kelompok atau
regu yang jumlahnya sama.
2.
Salah seorantg dari kelompok atau regu menjadi
penjaga gawang
3.
Peserta didik harus menggiring bola dengan kaki
kanan atau kiri
4.
Bola harus diushakan dimasukan ke gawang lawan
5.
Kelompok atau regu yang menang adalah Kelompok
atau regu yang banyak memasukan bola ke gawang lawan
1.
Gambar Lapangan

Gbr. Pemain melakukan teknik dribbling dengan lawan

Gbr. Tekink dasar membawa bola (dribbling)
2.
permainan dengan teknik dasar menendang bola
(shoting)
1. tujuan
permainan
1.
Peserta didik dapat mengambil keputusan terhadap
menendang bola langhsung ke gawang dengan punggung kaki
2. Peserta
didik dapat melakukan improvisasi setelah 1-2 kombinasi
3.
mendapat pengalaman dan pemahaman akan peranan
menendang bola ke gawang lawan
4.
mendapat posisi atau sikap badan yang benar
terhadap menendang boal ke gawang.
2. Alat:
1. lapangan
disesuaikan dengan keadaan
2. bola
kaki
3. gawang
dan tiang untuk pembatas lapangan.
3. cara
bermain:
1.
Peserta didik dapat di bagi dua kelompok atau
regu yang jumlahnya sama
2.
salah seorang dari kelompok atau regu menjadi
pennjaga gawang
3.
kelompok 1 : Peserta didik harus menggiring bola
ke gawang, secara bergantian.
4.
Kelompok 2 : Peserta didik 1 mengoper Peserta
didik 2, Peserta didik 2 lalu menendang bola ke gawang secra bergantian
5.
Kelompok 1 dan 2 berpindah tempat untuk
melakukan hal yang sama di masing-masing kelompokny.
6.
Konsentrasi terhadap datangnya boal dan jangan
menunggu bola.

Gbr. Teknik dasar menendang ke gawang dari operan teman
(kelompok 2)

Gbr. Teknik dasar menendang ke gawang di mulai dengan
driblling (kelompok 1)

Gbr. Teknik dasar menendang ke gawang (shooting)
BAB
III
KESIMPULA
DAN SARAN-SARAN
Kesimpulan
4.
permainan yang dimodifikasi ini sangat di
butuhakan oleh sekelompok menengah pertama, terutama dalam mata pelajaran
penddidkan jasamni di sekolah
5.
dengan dimodifikasi aturan dqan lapangan ini
sangat erat hubungannnya dengan fasilitas yang sangat kurang memadai di
sekolah-sekolah.
6.
siswa dapat menerima pelajaran pendidikan
jasmain ini dengan baik, karena siswqa mnerima penyajiananya dari suatu gerakan
atau aturan yang snagt mudah digerakan atau aturan yang sangat sulit
7.
siswa dapat mengeluarkan kreatifitasnya dan
guiru dapat pula memberikan ide-ide yang tidak membosankan para siswa dapat
pendidikan jasmani
saran-saran
1. perlu
dikermbangkan yang merata hasil penemuan ini dengan jalan penataran-penataran
yang dilakukan departemen yang terkait
2. perlu
adanya fasilitas yang memadai , sehingga pelaksanaan pendidikan jasmani ini
dapat tercapai dengan semestinya
3. guiru
perlu diberikan tanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan jasmani ini dengan
jalan memdifikasi semua kurikulum y7ang ada sehingga tidak kaku.













